11 Makanan Khas Kalimantan Yang Harus Anda JabóN

11 Makanan Khas Kalimantan Yang Harus Anda JabóN

Makanan Khas kalimantan

Pengolahan daging kelelawar saat dimasak biasanya dilakukan bersama sulur kelari atau dengan sayur hati batang pisang. Bangamat termasuk kuliner yang sebatas bisa ditemui di Kalimantan Tengah. Setiap wisatawan yg ingin menyicip kuliner unik nan ekstrim dari Kota Cantik disarankan untuk dicoba makanan satu ini.

Hintalu Karuang adalah makanan dalam berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain di Kalsel, panganan satu ini pun bisa didapati di Kalimantan Tengah. Hintalu dalam kode Banjar berarti telur dan karuang berarti kelelawar.

Apabila diartikan secara harfiah, ungkapan tersebut bermakna, “Sampek bisa meremukkan tulang-belulang hantu yang gentayangan”. Mungkin terdengar berlebihan namun suara yang dihasilkan alat musik petik yang satu ini pasti mampu membuat merinding yang mendengarnya karena begitu menyentuh perasaan. Suku Dayak yang sudah menetap sangat suram di Kalimantan dahulu punya tradisi bernama magenta.

Makanan khas Kalimantan Barat terbuat dari bumbu rempah khas Kalimantan. Ngakl hanya bumbu yang khas, bahan yang digunakan jua sangat berbeda dari wilayah yang lainnya. Di kalangan masyarakat suku Dayak sendiri untuk menggambarkan alat musik tradisional kebanggaan mereka ini, terkenal sebuah ungkapan, Sape’ benutah tulaang to’ awah.

Meski mengandung arti kelelawar dalam namanya, makanan khas Kalteng ini sama sekali gak menggunakan telur kelelawar. Orang Banjar memberi nama yg unik pada makanan terkait karena bentuk makanannya dalam bulat-bulat kecil seperti telur kelelawar. Rumah Baloy ialah rumah adat suku Tidung yakni sub suku Dayak sehingga memiliki rumah yg juga mirip dengan griya Lamin. Beberapa ahli malah mengatakan bahwa rumah adat Baloy merupakan pengembangan dri rumah Lamin. Di halaman depan rumah Lamin terdapat tonggak-tonggak kayu yang diukir berupa patung.

Green adalah tradisi memasak makanan tradisional masyarakat Dayak yg bernama kenta. Tradisi magenta di era 1980-an ke belakang masih dilakukan, namun setelah melewati periode tersebut tradisi suku Dayak di sini. sudah mulai ditinggalkan gara-gara tergerus zaman. Masyarakat Dayak dahulu menjaga tradisi magenta dengan tujuan untuk mendahului masa berkembang biaknya hama padi seperti tikus, burung, atau serangga. Daging kelelawar yang hendak diolah telah melewati proses pembersihan terlebih dahulu sebelum dimasak dengan bumbu hingga matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *